top of page

Klik pada tombol nama pekerjaan untuk diarahkan ke penjelasan.

Klik pada panah di ujung atas kanan kolom penjelasan untuk diarahkan kembali ke atas.

Ramen Shop Owner
Ramen Shop Owner
Part 1 : Occupation Background

Ramen shop owner adalah pemilik sebuah kedai ramen yang terletak di setiap pinggiran jalan Takamagahara. Ramen merupakan sajian mie kuah yang memiliki cita rasa yang enak dan begitu nikmat. Ramen terdiri dari mie yang terbuat dari gandum, daging, kaldu ikan dan dibumbui oleh miso atau kecap. Selain itu, ramen juga memiliki tambahan topping sesuai selera. Ramen digemari oleh berbagai kalangan di masyarakat, baik mulai dari kalangan anak – anak hingga orang tua. 

 

Karena ramen dicintai banyak orang, maka membuka sebuah usaha kedai ramen sangatlah menguntungkan. Selain itu, bahan baku yang mudah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi alasan mengapa membuka usaha kedai ramen patut dipertimbangkan. Penentuan lokasi usaha ramen juga harus diperhitungkan agar mampu mendongkrak penjualan. Ramen sendiri sangat cocok dimakan dalam musim apapun dan dalam keadaan apapun.

Ramen Shop Owner
Part 2 : Monthly Customer and Profit

Ramen shop owner adalah salah satu sektor private yang dimiliki oleh Takamagahara sehingga akan mendapatkan keuntungan/profit. Profit yang didapatkan berdasarkan dari jumlah customer yang membeli produk Anda. Berikut adalah ketentuan dalam perolehan profit untuk seorang ramen shop owner:

​

  1. Dalam satu bulan, ramen shop owner hanya dapat memberikan jasa sesuai dengan jumlah maksimum customer yang telah ditentukan.

  2. Perolehan profit bergantung pada jumlah customer yang dilayani. Pastikan maksimal jumlah customer yang Anda layani sesuai dengan rentang customer bulanan yang telah ditentukan. Tidak diperbolehkan kurang atau melebihi jumlah yang sudah ditentukan.

  3. Dalam hal pemenuhan jumlah rentang customer sesuai ketentuan, penulis wajib menyelesaikannya ke dalam cerita min 2x plotting dan tidak diperbolehkan kurang dari 2x. 

  4. Sesuai dengan poin 3, maka pelayanan seluruh customer sesuai dengan rentang yang telah ditentukan harus dituangkan ke dalam min 2x plotting.  Contoh: penulis memiliki rentang customer sebanyak 10-12 orang, maka 5 customer dapat diselesaikan dalam plot pertama dan 5 customer sisanya dapat diselesaikan dalam plot kedua. Tidak diperbolehkan menyelesaikan keseluruhan jumlah customer kurang dari 2x plotting.

  5. Penulis dapat menentukan keseluruhan isi cerita sekreatif mungkin. 

  6. Customer tidak harus merupakan identitas asli para takazen (PC). Diperbolehkan NPC dan sesuai dengan imajinasi para penulis.

  7. Apabila hendak melakukan godmodding kepada salah satu takazen, maka hendaklah meminta izin terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Ramen Shop Owner
Part 3 : Occupation Cost

Ramen shop owner merupakan pekerjaan Sektor Swasta (Private Sector) yang selain mendapatkan keuntungan/profit, tentunya memerlukan Occupation Cost (biaya pekerjaan).  Biaya yang perlu dibayarkan oleh Ramen shop owner adalah:

 

ㅤ1. Modal:ㅤ ​Biaya awal yang dibayarkan ketika mendaftar pekerjaan. Modal untuk pekerjaan ini dipatok sebesar 両1,000,000. Termasuk di dalamnya adalah biaya izin usaha, penyewaan tempat beserta fasilitas di dalamnya, gaji karyawan, biaya pembelian bahan baku, dan alat-alat yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut. 

​

ㅤ2. Occupation Growth Upgrade:ㅤ ​Biaya yang dibayarkan untuk perkembangan usaha. Biaya mencakup perpanjangan tempat usaha beserta perluasannya, peningkatan pelayanan customer, penambahan karyawan, perpanjangan izin usaha, biaya pelatihan serta pembaruan alat-alat. Biaya ini dibayarkan di level 6,11, dan 18 dengan ketentuan sebagai berikut:

​

  • Level 6 : Jumlah Modal + 10%

  • Level 11 : Jumlah Modal + 15%

  • Level 18 : Jumlah Modal + 20%

Ramen Shop Owner
Part 4 : Improvements

Ada 3 (Tiga) jenis Improvements/Perkembangan yang menunjukkan perkembangan pekerjaan seorang ramen shop owner. Ketiga jenis perkembangan tersebut adalah

 

ㅤ1. Recruiting, meliputi:ㅤ

​

  • Merekrut karyawan baru, meliputi: koki dan pelayan.

 

ㅤ2. Development, meliputi:ㅤ

 

  • Memperluas tempat usaha yang dimiliki saat ini.

  • Melengkapi dan mengupgrade peralatan-peralatan yang dibutuhkan baik itu untuk proses pembuatan ramen maupun untuk peningkatan pelayanan konsumen.

  • Mempertajam skill marketing agar dapat meningkatkan penjualan.

​

ㅤ3. Training and Education, meliputi:ㅤ

​

  • Memberikan pelatihan kepada koki mengenai resep dan variasi ramen.

  • Memberikan pelatihan kepada pelayan mengenai pelayanan terhadap konsumen


Ketiga jenis perkembangan ini harus diikutkan dalam plotting jika Anda ingin mendapatkan Star/Bintang yang harus dikumpulkan untuk melanjutkan ke level tertentu. Dalam 1x plotting, hanya ada 1 jenis perkembangan yang boleh dimasukkan. Adapun untuk poin-poin dalam setiap jenis, diperbolehkan dilakukan semua, atau beberapa, atau hanya salah satunya saja. 1x memasukkan aktivitas jenis perkembangan akan diberikan 1 Star/Bintang.

​

ㅤPenanggung jawab ide dan sistem pekerjaan Police Patrol Officer: Daichi Yuzuri.ㅤ

Pertanyaan maupun masukan terkait pekerjaan dapat ditanyakan langsung pada ybs. 

Japanese Buffet Shop Owner
Japanese Buffet Shop Owner
Part 1 : Occupation Background

Japanese buffet shop owner adalah pemilik sebuah kedai yang menyajikan makanan Jepang berkonsep buffet atau all you can eat. Restoran yang berkonsep buffet  ini memang sedang tren dan digemari oleh banyak kalangan dari muda hingga tua. Selain karena dianggap lebih hemat dan mendapatkan porsi lebih banyak, pelanggan bisa mencicipi berbagai macam makanan yang ada di restoran tanpa perlu memesannya satu persatu. Japanese buffet shop menyediakan berbagai macam makanan, mulai dari appetizer, lauk-pauk, sayuran, dessert, hingga minuman. Daging-dagingan untuk dibakar atau direbus pun bebas untuk terus di-refill sampai waktu makan dinyatakan selesai. 


Japanese buffet selalu ramai dikunjungi dan pengunjung rela antri panjang demi bisa makan kenyang dan enak. Hal itulah yang kemudian mendasari para pelaku usaha melihat peluang dan mencoba membuka usaha japanese buffet shop. Modal yang dibutuhkan memanglah besar dikarenakan Ia harus memproduksi dalam jumlah besar. Akan tetapi, hal ini berbanding lurus dengan keuntungan yang akan didapatkan oleh sang pemilik. Japanese buffet umumnya selalu memberi batas waktu makan untuk setiap pengunjung. Waktu makan tersebut antara 90 menit sampai 120 menit, tergantung tingkat kerumitan cara menyantap makanan itu sendiri. Waktu makan ini diberlakukan guna membatasi pengunjung dari kemungkinan makan berlebih. Selain itu, agar pengunjung lain tidak mengantri terlalu lama, dengan begitu pergantian customer jadi lebih cepat. Selain itu, pengunjung wajib menghabiskan makanan yang telah diambil. Jika tidak, pihak japanese buffet akan memberlakukan sistem charge untuk makanan yang tidak dihabiskan tersebut.

Japanese Buffet Shop Owner
Part 2 : Monthly Customer and Profit

Japanese Buffet Shop Owner adalah salah satu sektor private yang dimiliki oleh Takamagahara sehingga akan mendapatkan keuntungan/profit. Profit yang didapatkan berdasarkan dari jumlah customer yang membeli produk Anda. Berikut adalah ketentuan dalam perolehan profit untuk seorang japanese buffet shop owner:

​

  1. Dalam satu bulan, Japanese Buffet Shop Owner hanya dapat memberikan jasa sesuai dengan jumlah maksimum customer yang telah ditentukan.

  2. Perolehan profit bergantung pada jumlah customer yang dilayani. Pastikan maksimal jumlah customer yang Anda layani sesuai dengan rentang customer bulanan yang telah ditentukan. Tidak diperbolehkan kurang atau melebihi jumlah yang sudah ditentukan.

  3. Dalam hal pemenuhan jumlah rentang customer sesuai ketentuan, penulis wajib menyelesaikannya ke dalam cerita min 2x plotting dan tidak diperbolehkan kurang dari 2x. 

  4. Sesuai dengan poin 3, maka pelayanan seluruh customer sesuai dengan rentang yang telah ditentukan harus dituangkan ke dalam min 2x plotting. Contoh: penulis memiliki rentang customer sebanyak 10-12 orang, maka 5 customer dapat diselesaikan dalam plot pertama dan 5 customer sisanya dapat diselesaikan dalam plot kedua. Tidak diperbolehkan menyelesaikan keseluruhan jumlah customer kurang dari 2x plotting.

  5. Japanese buffet berbeda dengan restoran biasa. Pastikan Anda melakukan riset terlebih dahulu.

  6. Penulis dapat menentukan keseluruhan isi cerita sekreatif mungkin. 

  7. Customer tidak harus merupakan identitas asli para takazen (PC). Diperbolehkan NPC dan sesuai dengan imajinasi para penulis.

  8. Apabila hendak melakukan godmodding kepada salah satu takazen, maka hendaklah meminta izin terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Japanese Buffet Shop Owner
Part 3 : Occupation Cost

Japanese Buffet Shop Owner merupakan pekerjaan Sektor Swasta (Private Sector) yang selain mendapatkan keuntungan/profit, tentunya memerlukan Occupation Cost (biaya pekerjaan).  Biaya yang perlu dibayarkan oleh Japanese Buffet Shop Owner adalah:

 

ㅤ1. Modal:ㅤ ​Biaya awal yang dibayarkan ketika mendaftar pekerjaan. Modal untuk pekerjaan ini dipatok sebesar 両1,000,000. Termasuk di dalamnya adalah biaya izin usaha, penyewaan tempat beserta fasilitas di dalamnya, gaji karyawan, biaya pembelian bahan baku, dan alat-alat yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut. 

​

ㅤ2. Occupation Growth Upgrade:ㅤ ​Biaya yang dibayarkan untuk perkembangan usaha. Biaya mencakup perpanjangan tempat usaha beserta perluasannya, peningkatan pelayanan customer, penambahan karyawan, perpanjangan izin usaha, biaya pelatihan serta pembaruan alat-alat. Biaya ini dibayarkan di level 6,11, dan 18 dengan ketentuan sebagai berikut:

​

  • Level 6 : Jumlah Modal + 10%

  • Level 11 : Jumlah Modal + 15%

  • Level 18 : Jumlah Modal + 20%

Japanese Buffet Shop Owner
Part 4 : Improvements

Ada 3 (Tiga) jenis Improvements/Perkembangan yang menunjukkan perkembangan pekerjaan seorang Japanese Buffet Shop Owner. Ketiga jenis perkembangan tersebut adalah

 

ㅤ1. Recruiting, meliputi:ㅤ

​

  • Merekrut karyawan baru, meliputi: koki dan pelayan.

 

ㅤ2. Development, meliputi:ㅤ

 

  • Memperluas tempat usaha yang dimiliki saat ini.

  • Melengkapi dan mengupgrade peralatan-peralatan yang dibutuhkan baik itu untuk proses penyimpanan makanan maupun untuk peningkatan pelayanan konsumen.

  • Mempertajam skill marketing agar dapat meningkatkan penjualan.

  • Mendapatkan supplier bahan makanan yang disajikan.

  • Melakukan riset dari hasil konsumsi pelanggan untuk meningkatkan cita rasa dan pelayanan.

​

ㅤ3. Training and Education, meliputi:ㅤ

​

  • Memberikan pelatihan kepada koki mengenai resep dan variasi japanese buffet.

  • Memberikan pelatihan kepada pelayan mengenai pelayanan terhadap konsumen


Ketiga jenis perkembangan ini harus diikutkan dalam plotting jika Anda ingin mendapatkan Star/Bintang yang harus dikumpulkan untuk melanjutkan ke level tertentu. Dalam 1x plotting, hanya ada 1 jenis perkembangan yang boleh dimasukkan. Adapun untuk poin-poin dalam setiap jenis, diperbolehkan dilakukan semua, atau beberapa, atau hanya salah satunya saja. 1x memasukkan aktivitas jenis perkembangan akan diberikan 1 Star/Bintang.

​

ㅤPenanggung jawab ide dan sistem pekerjaan Japanese Buffet Shop Owner: Daichi Yuzuri.ㅤ

Pertanyaan maupun masukan terkait pekerjaan dapat ditanyakan langsung pada ybs. 

Street Food Shop Owner
Street Food Shop Owner
Part 1 : Occupation Background

Street food shop owner adalah pemilik sebuah kedai yang menyajikan makanan street food ala Jepang. Kedai ini mengusung konsep kedai “kaki lima” namun dengan tema yang modern dan lebih higienis. Kedai ini cukup menjadi favorit di kalangan muda, terutama remaja. Biasanya kedai ini dapat ditemukan di pasar ataupun tempat diberlangsungkannya festival Takamagahara. Selain menyediakan berbagai jajanan yang enak, harga nya pun juga bisa dibilang terjangkau.

 

Street food shop selalu ramai dikunjungi terutama saat di hari weekend ataupun saat festival sedang berlangsung. Street food shop biasanya menyediakan makanan-makanan ringan seperti takoyaki, okonomiyaki, taiyaki, wataame, dan sejenisnya. Selain menjadi pusat wisata kuliner, street food shop seringkali dijadikan tempat berkumpul dan santai bersama teman dan keluarga. Street food shop owner harus memperhatikan lokasi dibukanya kedai street food dikarenakan hal itu cukup berpengaruh terhadap penjualan street food. Oleh karena itu, keda-kedai street food seringkali dibuka di pasar, sekolah ataupun tempat dirayakannya festival.

Street Food Shop Owner
Part 2 : Monthly Customer and Profit

Street food shop owner adalah salah satu sektor private yang dimiliki oleh Takamagahara sehingga akan mendapatkan keuntungan/profit. Profit yang didapatkan berdasarkan dari jumlah customer yang membeli produk Anda. Berikut adalah ketentuan dalam perolehan profit untuk seorang street food shop owner:

​

  1. Dalam satu bulan, street food shop owner hanya dapat memberikan jasa sesuai dengan jumlah maksimum customer yang telah ditentukan.

  2. Perolehan profit bergantung pada jumlah customer yang dilayani. Pastikan maksimal jumlah customer yang Anda layani sesuai dengan rentang customer bulanan yang telah ditentukan. Tidak diperbolehkan kurang atau melebihi jumlah yang sudah ditentukan.

  3. Dalam hal pemenuhan jumlah rentang customer sesuai ketentuan, penulis wajib menyelesaikannya ke dalam cerita min 2x plotting dan tidak diperbolehkan kurang dari 2x. 

  4. Sesuai dengan poin 3, maka pelayanan seluruh customer sesuai dengan rentang yang telah ditentukan harus dituangkan ke dalam min 2x plotting. Contoh: penulis memiliki rentang customer sebanyak 10-12 orang, maka 5 customer dapat diselesaikan dalam plot pertama dan 5 customer sisanya dapat diselesaikan dalam plot kedua. Tidak diperbolehkan menyelesaikan keseluruhan jumlah customer kurang dari 2x plotting.

  5. Penulis dapat menentukan keseluruhan isi cerita sekreatif mungkin. 

  6. Customer tidak harus merupakan identitas asli para takazen (PC). Diperbolehkan NPC dan sesuai dengan imajinasi para penulis.

  7. Apabila hendak melakukan godmodding kepada salah satu takazen, maka hendaklah meminta izin terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Street Food Shop Owner
Part 3 : Occupation Cost

Street Food Shop Owner merupakan pekerjaan Sektor Swasta (Private Sector) yang selain mendapatkan keuntungan/profit, tentunya memerlukan Occupation Cost (biaya pekerjaan).  Biaya yang perlu dibayarkan oleh Street Food Shop Owner adalah:

 

ㅤ1. Modal:ㅤ ​Biaya awal yang dibayarkan ketika mendaftar pekerjaan. Modal untuk pekerjaan ini dipatok sebesar 両1,000,000. Termasuk di dalamnya adalah biaya izin usaha, penyewaan tempat beserta fasilitas di dalamnya, gaji karyawan, biaya pembelian bahan baku, dan alat-alat yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut. 

​

ㅤ2. Occupation Growth Upgrade:ㅤ ​Biaya yang dibayarkan untuk perkembangan usaha. Biaya mencakup perpanjangan tempat usaha beserta perluasannya, peningkatan pelayanan customer, penambahan karyawan, perpanjangan izin usaha, biaya pelatihan serta pembaruan alat-alat. Biaya ini dibayarkan di level 6,11, dan 18 dengan ketentuan sebagai berikut:

​

  • Level 6 : Jumlah Modal + 10%

  • Level 11 : Jumlah Modal + 15%

  • Level 18 : Jumlah Modal + 20%

Street Food Shop Owner
Part 4 : Improvements

Ada 3 (Tiga) jenis Improvements/Perkembangan yang menunjukkan perkembangan pekerjaan seorang Street Food Shop Owner. Ketiga jenis perkembangan tersebut adalah

 

ㅤ1. Promotion, meliputi:ㅤ

​

  • Mempertajam skill marketing agar dapat meningkatkan penjualan.

  • Mengadakan berbagai promotion.

 

ㅤ2. Development, meliputi:ㅤ

 

  • Membuka cabang usaha yang dimiliki saat ini.

  • Melengkapi dan mengupgrade peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk proses pembuatan makanan.

  • Mendapatkan supplier bahan makanan yang disajikan.

​

ㅤ3. Training and Education, meliputi:ㅤ

​

  • Memberikan pelatihan terhadap karyawan agar dapat meningkatkan cita rasa makanan dan pelayanan terhadap konsumen.


Ketiga jenis perkembangan ini harus diikutkan dalam plotting jika Anda ingin mendapatkan Star/Bintang yang harus dikumpulkan untuk melanjutkan ke level tertentu. Dalam 1x plotting, hanya ada 1 jenis perkembangan yang boleh dimasukkan. Adapun untuk poin-poin dalam setiap jenis, diperbolehkan dilakukan semua, atau beberapa, atau hanya salah satunya saja. 1x memasukkan aktivitas jenis perkembangan akan diberikan 1 Star/Bintang.

​

ㅤPenanggung jawab ide dan sistem pekerjaan Street Food Shop Owner: Daichi Yuzuri.ㅤ

Pertanyaan maupun masukan terkait pekerjaan dapat ditanyakan langsung pada ybs. 

Book Shop Owner
Book Shop Owner
Part 1 : Occupation Background

Buku merupakan kebutuhan banyak orang dari berbagai kalangan, temanya juga beraneka ragam, ada yang menghibur, ada juga sebagai penambah pengetahuan. Memiliki sebuah toko buku mungkin adalah sebuah impian bagi seseorang yang sangat menggemari buku.  Meskipun saat ini telah memasuki era modern, namun sasaran pasar untuk toko buku masih luas dan mencakup berbagai kalangan dari anak-anak hingga dewasa. Hal tersebut yang mendasari mengapa masih banyak toko buku yang beroperasi sampai saat ini.


Seorang pemilik toko buku juga dituntut untuk menjadi kreatif agar toko bukunya masih bisa meraup untung sekalipun sudah banyak e-book yang beredar di pasaran. Tanpa adanya inovasi dan pembaruan, toko buku tidak akan bisa bertahan lama. Selain itu, pemilihan lokasi juga menentukan apakah toko buku tersebut akan ramai pengunjung atau tidak. Desain toko buku yang menarik dan nyaman juga akan menarik minat pengunjung untuk singgah. Anda juga bisa menyediakan berbagai produk menarik yang berkaitan dengan buku, seperti alat tulis, pembatas buku, sampul buku dan sebagainya.

Book Shop Owner
Part 2 : Monthly Customer and Profit

Book shop owner adalah salah satu sektor private yang dimiliki oleh Takamagahara sehingga akan mendapatkan keuntungan/profit. Profit yang didapatkan berdasarkan dari jumlah customer yang membeli produk Anda. Berikut adalah ketentuan dalam perolehan profit untuk seorang book shop owner:

​

  1. Dalam satu bulan, book shop owner hanya dapat memberikan jasa sesuai dengan jumlah maksimum customer yang telah ditentukan.

  2. Perolehan profit bergantung pada jumlah client yang dilayani. Pastikan maksimal jumlah customer yang Anda layani sesuai dengan rentang customer bulanan yang telah ditentukan. Tidak diperbolehkan kurang atau melebihi jumlah yang sudah ditentukan.

  3. Dalam hal pemenuhan jumlah rentang customer sesuai ketentuan, penulis wajib menyelesaikannya ke dalam cerita min 2x plotting dan tidak diperbolehkan kurang dari 2x. 

  4. Sesuai dengan poin 3, maka pelayanan seluruh customer sesuai dengan rentang yang telah ditentukan harus dituangkan ke dalam min 2x plotting. Contoh: penulis memiliki rentang customer sebanyak 10-12 orang, maka 5 customer dapat diselesaikan dalam plot pertama dan 5 customer sisanya dapat diselesaikan dalam plot kedua. Tidak diperbolehkan menyelesaikan keseluruhan jumlah customer kurang dari 2x plotting.

  5. Penulis dapat menentukan keseluruhan isi cerita sekreatif mungkin. 

  6. Customer tidak harus merupakan identitas asli para takazen (PC). Diperbolehkan NPC dan sesuai dengan imajinasi para penulis.

  7. Apabila hendak melakukan godmodding kepada salah satu takazen, maka hendaklah meminta izin terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Book Shop Owner
Part 3 : Occupation Cost

Book Shop Owner merupakan pekerjaan Sektor Swasta (Private Sector) yang selain mendapatkan keuntungan/profit, tentunya memerlukan Occupation Cost (biaya pekerjaan).  Biaya yang perlu dibayarkan oleh Book Shop Owner adalah:

 

ㅤ1. Modal:ㅤ ​Biaya awal yang dibayarkan ketika mendaftar pekerjaan. Modal untuk pekerjaan ini dipatok sebesar 両1,500,000. Termasuk di dalamnya adalah biaya izin usaha, penyewaan tempat beserta fasilitas di dalamnya, gaji karyawan, biaya promosi, biaya pembelian buku dan alat-alat yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.

​

ㅤ2. Occupation Growth Upgrade:ㅤ ​Biaya yang dibayarkan untuk perkembangan usaha. Biaya mencakup perpanjangan tempat usaha beserta perluasannya, peningkatan pelayanan customer, penambahan karyawan, perpanjangan izin usaha, biaya event/workshop, biaya pembelian buku serta pembaruan alat-alat. Biaya ini dibayarkan di level 6,11, dan 18 dengan ketentuan sebagai berikut:

​

  • Level 6 : Jumlah Modal + 10%

  • Level 11 : Jumlah Modal + 15%

  • Level 18 : Jumlah Modal + 20%

Book Shop Owner
Part 4 : Improvements

Ada 3 (Tiga) jenis Improvements/Perkembangan yang menunjukkan perkembangan pekerjaan seorang Book Shop Owner. Ketiga jenis perkembangan tersebut adalah

 

ㅤ1. Recruiting, meliputi:ㅤ

​

  • Merekrut karyawan toko yang memiliki sifat ramah dan memiliki pengetahuan mendalam tentang buku.

 

ㅤ2. Development, meliputi:ㅤ

 

  • Memperluas jaringan/link yang berkaitan dengan usaha.

  • Mengembangkan fasilitas usaha yang dimiliki.

  • Mencetuskan ide kreatif untuk menarik minat pelanggan

​

ㅤ3. Promotion, meliputi:ㅤ

​

  • Mengadakan event menarik yang mendukung gerakan literasi.

  • Mengadakan pemberian reward atau discount.

  • Menjadi sponsor acara atau festival di Takamagahara.


Ketiga jenis perkembangan ini harus diikutkan dalam plotting jika Anda ingin mendapatkan Star/Bintang yang harus dikumpulkan untuk melanjutkan ke level tertentu. Dalam 1x plotting, hanya ada 1 jenis perkembangan yang boleh dimasukkan. Adapun untuk poin-poin dalam setiap jenis, diperbolehkan dilakukan semua, atau beberapa, atau hanya salah satunya saja. 1x memasukkan aktivitas jenis perkembangan akan diberikan 1 Star/Bintang.

​

ㅤPenanggung jawab ide dan sistem pekerjaan Book Shop Owner: Daichi Yuzuri.ㅤ

Pertanyaan maupun masukan terkait pekerjaan dapat ditanyakan langsung pada ybs. 

Tea Shop Owner
Tea Shop Owner
Part 1 : Occupation Background

Sekalipun Takamagahara adalah sebuah desa yang modern, namun tidak melupakan budaya tradisionalnya. Hal ini ditujukan dengan banyaknya kedai teh yang masih beroperasi di sekitar Takamagahara. Tea shop owner adalah sebutan bagi pemilik sebuah kedai yang menyajikan berbagai macam teh Jepang. Selain menyajikan teh, kedai ini juga menyediakan berbagai macam kue ringan yang cocok disantap dengan menyeduh teh. Kedai ini juga menyuguhkan pengalaman minum teh terbaik. Teh yang dibuat disini diproses dengan menggunakan daun teh berkualitas tinggi yang dapat dipilih secara langsung oleh sang pemilik kedai. Sang pemilik kedai juga dapat menunjukkan bagaimana proses pembuatan teh-teh tersebut dan mengenalkan berbagai jenis teh kepada para pengunjung. 


Selain menikmati suasana minum teh tradisional ala jaman dahulu, kedai teh ini juga bisa menyewakan beberapa kimono agar pengunjung semakin larut dalam kesan tradisional yang diberikan. Interior kedai teh ini layaknya rumah-rumah teh tradisional, lengkap dengan tamannya yang indah. Keberadaan taman yang ada di kedai teh juga mempengaruhi suasana damai dan autentik yang diperlukan saat meminum teh. Selain itu, tradisi upacara meminum teh juga masih seringkali dilakukan di kedai ini. Tidak menutup kemungkinan pengunjung asing pun bisa datang berkunjung ke kedai teh untuk melihat bagaimana budaya meminum teh yang ada di Jepang.

Tea Shop Owner
Part 2 : Monthly Customer and Profit

Tea shop owner adalah salah satu sektor private yang dimiliki oleh Takamagahara sehingga akan mendapatkan keuntungan/profit. Profit yang didapatkan berdasarkan dari jumlah customer yang membeli produk Anda. Berikut adalah ketentuan dalam perolehan profit untuk seorang tea shop owner:

​

  1. Dalam satu bulan, tea shop owner hanya dapat memberikan jasa sesuai dengan jumlah maksimum customer yang telah ditentukan.

  2. Perolehan profit bergantung pada jumlah customer yang dilayani. Pastikan maksimal jumlah customer yang Anda layani sesuai dengan rentang customer bulanan yang telah ditentukan. Tidak diperbolehkan kurang atau melebihi jumlah yang sudah ditentukan.

  3. Dalam hal pemenuhan jumlah rentang customer sesuai ketentuan, penulis wajib menyelesaikannya ke dalam cerita min 2x plotting dan tidak diperbolehkan kurang dari 2x. 

  4. Sesuai dengan poin 3, maka pelayanan seluruh customer sesuai dengan rentang yang telah ditentukan harus dituangkan ke dalam min 2x plotting. Contoh: penulis memiliki rentang customer sebanyak 10-12 orang, maka 5 customer dapat diselesaikan dalam plot pertama dan 5 customer sisanya dapat diselesaikan dalam plot kedua. Tidak diperbolehkan menyelesaikan keseluruhan jumlah customer kurang dari 2x plotting.

  5. Penulis dapat menentukan keseluruhan isi cerita sekreatif mungkin. 

  6. Customer tidak harus merupakan identitas asli para takazen (PC). Diperbolehkan NPC dan sesuai dengan imajinasi para penulis.

  7. Apabila hendak melakukan godmodding kepada salah satu takazen, maka hendaklah meminta izin terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Tea Shop Owner
Part 3 : Occupation Cost

Tea Shop Owner merupakan pekerjaan Sektor Swasta (Private Sector) yang selain mendapatkan keuntungan/profit, tentunya memerlukan Occupation Cost (biaya pekerjaan).  Biaya yang perlu dibayarkan oleh Tea Shop Owner adalah:

 

ㅤ1. Modal:ㅤ ​Biaya awal yang dibayarkan ketika mendaftar pekerjaan. Modal untuk pekerjaan ini dipatok sebesar 両1,000,000. Termasuk di dalamnya adalah biaya izin usaha, penyewaan tempat beserta fasilitas di dalamnya, gaji karyawan, biaya pembelian bahan baku, dan alat-alat yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.

​

ㅤ2. Occupation Growth Upgrade:ㅤ ​Biaya yang dibayarkan untuk perkembangan usaha. Biaya mencakup perpanjangan tempat usaha beserta perluasannya, peningkatan pelayanan customer, penambahan karyawan, perpanjangan izin usaha, biaya pelatihan serta pembaruan alat-alat. Biaya ini dibayarkan di level 6,11, dan 18 dengan ketentuan sebagai berikut:

​

  • Level 6 : Jumlah Modal + 10%

  • Level 11 : Jumlah Modal + 15%

  • Level 18 : Jumlah Modal + 20%

Tea Shop Owner
Part 4 : Improvements

Ada 3 (Tiga) jenis Improvements/Perkembangan yang menunjukkan perkembangan pekerjaan seorang Tea Shop Owner. Ketiga jenis perkembangan tersebut adalah

 

ㅤ1. Ceremonial, meliputi:ㅤ

​

  • Mengadakan upacara meminum teh secara rutin bersama pengunjung.

  • Mengadakan workshop mengenai proses pembuatan teh maupun jenis-jenis teh.

 

ㅤ2. Development, meliputi:ㅤ

 

  • Mempertegas kesan tradisional yang ada.

  • Melengkapi dan mengupgrade peralatan-peralatan yang dibutuhkan baik itu untuk proses pembuatan teh maupun untuk peningkatan pelayanan konsumen.

  • Mendapatkan supplier teh yang berkualitas.

​

ㅤ3. Training and Education, meliputi:ㅤ

​

  • Mempertajam pengetahuan karyawan mengenai teh tradisional Jepang.

  • Mempertajam keahlian karyawan dalam meracik teh.


Ketiga jenis perkembangan ini harus diikutkan dalam plotting jika Anda ingin mendapatkan Star/Bintang yang harus dikumpulkan untuk melanjutkan ke level tertentu. Dalam 1x plotting, hanya ada 1 jenis perkembangan yang boleh dimasukkan. Adapun untuk poin-poin dalam setiap jenis, diperbolehkan dilakukan semua, atau beberapa, atau hanya salah satunya saja. 1x memasukkan aktivitas jenis perkembangan akan diberikan 1 Star/Bintang.

​

ㅤPenanggung jawab ide dan sistem pekerjaan Tea Shop Owner: Daichi Yuzuri.ㅤ

Pertanyaan maupun masukan terkait pekerjaan dapat ditanyakan langsung pada ybs. 

Sake Bar Owner
Sake Bar Owner
Part 1 : Occupation Background

Sake adalah minuman khas Jepang yang berasal dari hasil fermentasi beras. Oleh karena itu, sake memiliki aroma yang mirip dengan tape beras. Secara tradisional sebenarnya sake ini terbuat dari 100% beras murni dan hal ini telah berjalan sekitar 2000 tahun. Namun, ada perubahan dengan penambahan alkohol saat perang dunia II. Di Jepang sendiri, sake dibagi dalam 2 tipe yaitu sake tanpa bahan tambahan alkohol dan sake dengan menggunakan bahan tambahan alkohol. 


Sake bar owner adalah sebutan bagi pemilik bar yang menyediakan sake dan minuman beralkohol lainnya, seperti beer dan wine. Sake bar umumnya beroperasi mulai jam 10 siang hingga 2 pagi. Pengunjung dapat bertemu dan memesan minuman kepada bartender secara langsung. Sake bar menyediakan meja dan kursi sebagaimana layaknya sebuah restoran. Para bartender juga mempunyai kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung dan akrab dengan pengunjung. Pengunjung juga dapat memberikan permintaan kepada bartender untuk membuatkan sebuah minuman khusus. Oleh karena itu, pelayanan yang tepat dan profesional menjadi semakin penting untuk memenuhi tuntutan kepuasan para pengunjung dan juga untuk meningkatkan keuntungan.

Sake Bar Owner
Part 2 : Monthly Customer and Profit

Sake bar owner adalah salah satu sektor private yang dimiliki oleh Takamagahara sehingga akan mendapatkan keuntungan/profit. Profit yang didapatkan berdasarkan dari jumlah customer yang membeli produk Anda. Berikut adalah ketentuan dalam perolehan profit untuk seorang sake bar owner:

​

  1. Dalam satu bulan, sake bar owner hanya dapat memberikan jasa sesuai dengan jumlah maksimum customer yang telah ditentukan.

  2. Perolehan profit bergantung pada jumlah customer yang dilayani. Pastikan maksimal jumlah customer yang Anda layani sesuai dengan rentang customer bulanan yang telah ditentukan. Tidak diperbolehkan kurang atau melebihi jumlah yang sudah ditentukan.

  3. Dalam hal pemenuhan jumlah rentang customer sesuai ketentuan, penulis wajib menyelesaikannya ke dalam cerita min 2x plotting dan tidak diperbolehkan kurang dari 2x. 

  4. Sesuai dengan poin 3, maka pelayanan seluruh customer sesuai dengan rentang yang telah ditentukan harus dituangkan ke dalam min 2x plotting. Contoh: penulis memiliki rentang customer sebanyak 10-12 orang, maka 5 customer dapat diselesaikan dalam plot pertama dan 5 customer sisanya dapat diselesaikan dalam plot kedua. Tidak diperbolehkan menyelesaikan keseluruhan jumlah customer kurang dari 2x plotting.

  5. Penulis dapat menentukan keseluruhan isi cerita sekreatif mungkin. 

  6. Customer tidak harus merupakan identitas asli para takazen (PC). Diperbolehkan NPC dan sesuai dengan imajinasi para penulis.

  7. Apabila hendak melakukan godmodding kepada salah satu takazen, maka hendaklah meminta izin terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Sake Bar Owner
Part 3 : Occupation Cost

Sake Bar Owner merupakan pekerjaan Sektor Swasta (Private Sector) yang selain mendapatkan keuntungan/profit, tentunya memerlukan Occupation Cost (biaya pekerjaan).  Biaya yang perlu dibayarkan oleh Sake Bar Owner adalah:

 

ㅤ1. Modal:ㅤ ​Biaya awal yang dibayarkan ketika mendaftar pekerjaan. Modal untuk pekerjaan ini dipatok sebesar 両1,500,000. Termasuk di dalamnya adalah biaya izin usaha, penyewaan tempat beserta fasilitas di dalamnya, gaji karyawan, biaya pembelian bahan baku, dan alat-alat yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.

​

ㅤ2. Occupation Growth Upgrade:ㅤ ​Biaya yang dibayarkan untuk perkembangan usaha. Biaya mencakup perpanjangan tempat usaha beserta perluasannya, peningkatan pelayanan customer, penambahan karyawan, perpanjangan izin usaha, biaya pelatihan serta pembaruan alat-alat. Biaya ini dibayarkan di level 6,11, dan 18 dengan ketentuan sebagai berikut:

​

  • Level 6 : Jumlah Modal + 10%

  • Level 11 : Jumlah Modal + 15%

  • Level 18 : Jumlah Modal + 20%

Sake Bar Owner
Part 4 : Improvements

Ada 3 (Tiga) jenis Improvements/Perkembangan yang menunjukkan perkembangan pekerjaan seorang Sake Bar Owner. Ketiga jenis perkembangan tersebut adalah

 

ㅤ1. Recruiting, meliputi:ㅤ

​

  • Merekrut karyawan baru, meliputi: bartender dan pelayan.

 

ㅤ2. Development, meliputi:ㅤ

 

  • Mengembangkan tempat usaha yang dimiliki saat ini.

  • Melengkapi dan mengupgrade peralatan-peralatan yang dibutuhkan baik itu untuk proses pembuatan sake dan minuman beralkohol maupun untuk peningkatan pelayanan konsumen.

  • Mendapatkan sertifikasi keahlian yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi yang terakreditasi.

  • Memperdalam pengetahuan mengenai resep dan variasi sake, minuman campuran, cocktail serta minuman beralkohol lainnya.

  • Mempertajam skill marketing agar dapat meningkatkan penjualan.

  • Mendapatkan supplier bahan berkualitas tinggi.

​

ㅤ3. Training and Education, meliputi:ㅤ

​

  • Memberikan pelatihan kepada bartender mengenai resep dan variasi sake, minuman campuran, cocktail serta minuman beralkohol lainnya.

  • Memberikan pelatihan kepada pelayan mengenai pelayanan terhadap konsumen.


Ketiga jenis perkembangan ini harus diikutkan dalam plotting jika Anda ingin mendapatkan Star/Bintang yang harus dikumpulkan untuk melanjutkan ke level tertentu. Dalam 1x plotting, hanya ada 1 jenis perkembangan yang boleh dimasukkan. Adapun untuk poin-poin dalam setiap jenis, diperbolehkan dilakukan semua, atau beberapa, atau hanya salah satunya saja. 1x memasukkan aktivitas jenis perkembangan akan diberikan 1 Star/Bintang.

​

ㅤPenanggung jawab ide dan sistem pekerjaan Sake Bar Owner: Daichi Yuzuri.ㅤ

Pertanyaan maupun masukan terkait pekerjaan dapat ditanyakan langsung pada ybs. 

Florist
Florist
Part 1 : Occupation Background

Florist adalah seseorang yang bekerja sebagai perangkai bunga baik bunga segar maupun bunga imitasi dan menjadikannya sebuah karangan bunga. Profesi ini merupakan profesi yang disenangi bagi kalangan pecinta bunga di Takamagahara. Selain merangkai bunga, Florist juga bertugas memberikan konsultasi kepada client mengenai tata letak dekorasi bunga dalam sebuah acara. Ia juga bertugas memberikan nuansa warna-warni yang indah pada ruangan dengan mengatur bunga sesuai dengan jenis acara dan tempat berlangsungnya acara. Oleh karena itu, Florist juga seringkali berperan dalam menyiapkan dekorasi festival yang diadakan di Takamagahara. Selain itu, pada hari-hari spesial, seperti valentine atau perayaan hari jadi pasangan, florist biasanya juga diminta untuk memberikan jasanya. 


Karena cakupan pekerjaannya yang luas, seorang florist harus selalu mengupdate gaya atau desain rangkaian bunganya. Setiap tahun, akan selalu ada tren rangkaian bunga yang harus diikuti. Selain itu, ketersediaan bahan baku bunga juga menjadi challenge tersendiri. Florist harus bisa menyesuaikan iklim dikarenakan ada jenis bunga tertentu yang tidak selalu tersedia setiap bulannya. Oleh karena itu, florist harus punya banyak alternatif ide kreatif yang dapat mengatasi permasalahan tersebut dan tetap bisa menawarkan jasanya kepada client.

Florist
Part 2 : Monthly Client and Profit

Florist adalah salah satu sektor private yang dimiliki oleh Takamagahara sehingga akan mendapatkan keuntungan/profit. Profit yang didapatkan berdasarkan dari jumlah client yang memakai jasa layanan Anda. Berikut adalah ketentuan dalam perolehan profit untuk seorang florist:

​

  1. Dalam satu bulan, florist hanya dapat memberikan jasa sesuai dengan jumlah maksimum client yang telah ditentukan.

  2. Perolehan profit bergantung pada jumlah client yang dilayani. Pastikan maksimal jumlah client yang Anda layani sesuai dengan rentang client bulanan yang telah ditentukan. Tidak diperbolehkan kurang atau melebihi jumlah yang sudah ditentukan.

  3. Dalam hal pemenuhan jumlah rentang client sesuai ketentuan, penulis wajib menyelesaikannya ke dalam cerita min 2x plotting dan tidak diperbolehkan kurang dari 2x. 

  4. Sesuai dengan poin 3, maka pelayanan seluruh client sesuai dengan rentang yang telah ditentukan harus dituangkan ke dalam min 2x plotting. Contoh: penulis memiliki rentang client sebanyak 10-12 orang, maka 5 client dapat diselesaikan dalam plot pertama dan 5 client sisanya dapat diselesaikan dalam plot kedua. Tidak diperbolehkan menyelesaikan keseluruhan jumlah client kurang dari 2x plotting.

  5. Penulis dapat menentukan keseluruhan isi cerita sekreatif mungkin. 

  6. Florist berbeda dengan tukang bunga, jadi pastikan Anda memahami perbedaannya.

  7. Client tidak harus merupakan identitas asli para takazen (PC). Diperbolehkan NPC dan sesuai dengan imajinasi para penulis.

  8. Apabila hendak melakukan godmodding kepada salah satu takazen, maka hendaklah meminta izin terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Florist
Part 3 : Occupation Cost

Florist merupakan pekerjaan Sektor Swasta (Private Sector) yang selain mendapatkan keuntungan/profit, tentunya memerlukan Occupation Cost (biaya pekerjaan).  Biaya yang perlu dibayarkan oleh Florist adalah:

 

ㅤ1. Modal:ㅤ ​Biaya awal yang dibayarkan ketika mendaftar pekerjaan. Modal untuk pekerjaan ini dipatok sebesar 両1,500,000. Termasuk di dalamnya adalah biaya izin usaha, penyewaan tempat beserta fasilitas di dalamnya, gaji karyawan, biaya pembelian bunga, dan alat-alat yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.

​

ㅤ2. Occupation Growth Upgrade:ㅤ ​Biaya yang dibayarkan untuk perkembangan usaha. Biaya mencakup perpanjangan tempat usaha beserta perluasannya, peningkatan pelayanan customer, penambahan karyawan, perpanjangan izin usaha,biaya promosi, biaya pelatihan, biaya sertifikasi serta pembaruan alat-alat. Biaya ini dibayarkan di level 6,11, dan 18 dengan ketentuan sebagai berikut:

​

  • Level 6 : Jumlah Modal + 10%

  • Level 11 : Jumlah Modal + 15%

  • Level 18 : Jumlah Modal + 20%

Florist
Part 4 : Improvements

Ada 3 (Tiga) jenis Improvements/Perkembangan yang menunjukkan perkembangan pekerjaan seorang Florist. Ketiga jenis perkembangan tersebut adalah

 

ㅤ1. Supplier, meliputi:ㅤ

​

  • Mengembangkan dan/atau memperluas akses untuk mendapatkan supplier bunga.

 

ㅤ2. Skills, meliputi:ㅤ

 

  • Mempertajam keahlian teknik merangkai bunga.

  • Memperdalam pengetahuan mengenai jenis bunga, warna, nama dan sifat-sifatnya.

  • Mendapatkan sertifikasi keahlian yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi yang terakreditasi.

  • Mempertajam skill marketing agar dapat meningkatkan penjualan.

​

ㅤ3. Training and Education, meliputi:ㅤ

​

  • Mengikuti pelatihan mengenai desain dan seni merangkai bunga.


Ketiga jenis perkembangan ini harus diikutkan dalam plotting jika Anda ingin mendapatkan Star/Bintang yang harus dikumpulkan untuk melanjutkan ke level tertentu. Dalam 1x plotting, hanya ada 1 jenis perkembangan yang boleh dimasukkan. Adapun untuk poin-poin dalam setiap jenis, diperbolehkan dilakukan semua, atau beberapa, atau hanya salah satunya saja. 1x memasukkan aktivitas jenis perkembangan akan diberikan 1 Star/Bintang.

​

ㅤPenanggung jawab ide dan sistem pekerjaan Florist: Daichi Yuzuri.ㅤ

Pertanyaan maupun masukan terkait pekerjaan dapat ditanyakan langsung pada ybs. 

Babysitter Agency Owner
Babysitter Agency Owner
Part 1 : Occupation Background

Babysitter Agency Owner adalah pemilik sebuah lembaga penyalur babysitter di Takamagahara. Babysitter sendiri memiliki pengertian sebagai seseorang yang menjadi pengasuh anak-anak dari orang tua yang merasa tidak sanggup menjaga dan membimbing mereka. Alasan yang mendasari ketidaksanggupan para orang tua menangani mereka secara langsung yaitu kesibukan mereka untuk bekerja sehingga waktu mereka mengasuh anak terbagi dengan urusan pekerjaan. Babysitter pada dasarnya merupakan orang yang dipekerjakan dengan tugas untuk menjaga, merawat, dan mengasuh buah hati saat orang tuanya sedang berhalangan. Dengan kata lain, tugas para babysitter memang hanya terfokus pada anak asuhnya. 

 

Babysitter Agency Owner bergerak di bidang pembinaan babysitter. Sebelum terjun ke lapangan, babysitter dibekali pendidikan serta pelatihan dalam bekerja sebagai babysitter yang professional. Tentunya secara kualitas, babysitter yang dibekali pelatihan akan lebih baik daripada babysitter yang langsung bekerja tanpa ada pembekalan ilmu. Selain itu, Babysitter Agency Owner juga membuka jasa penyaluran bagi para orang tua yang membutuhkan tenaga babysitter. Pelayanan yang baik dan memuaskan tentunya membuat para orang tua di Takamagahara akan merasa puas dan mempercayakan penanganan anak-anaknya terhadap babysitter yang dinaungi oleh agency tersebut. Apabila diperlukan untuk mendapatkan rentang client yang telah ditentukan, seorang babysitter agency owner juga diperkenankan membantu menjadi babysitter.

Babysitter Agency Owner
Part 2 : Monthly Client and Profit

Babysitter Agency Owner adalah salah satu sektor private yang dimiliki oleh Takamagahara sehingga akan mendapatkan keuntungan/profit. Profit yang didapatkan berdasarkan dari jumlah client yang memakai jasa layanan babysitter di tempat Anda. Berikut adalah ketentuan dalam perolehan profit untuk seorang babysitter agency owner:

​

  1. Dalam satu bulan, babysitter agency owner hanya dapat memberikan jasa sesuai dengan jumlah maksimum client yang telah ditentukan.

  2. Perolehan profit bergantung pada jumlah client yang dilayani. Pastikan maksimal jumlah client yang Anda layani sesuai dengan rentang client bulanan yang telah ditentukan. Tidak diperbolehkan kurang atau melebihi jumlah yang sudah ditentukan.

  3. Dalam hal pemenuhan jumlah rentang client sesuai ketentuan, penulis wajib menyelesaikannya ke dalam cerita min 2x plotting dan tidak diperbolehkan kurang dari 2x. 

  4. Sesuai dengan poin 3, maka pelayanan seluruh client sesuai dengan rentang yang telah ditentukan harus dituangkan ke dalam min 2x plotting. Contoh: penulis memiliki rentang client sebanyak 10-12 orang, maka 5 client dapat diselesaikan dalam plot pertama dan 5 client sisanya dapat diselesaikan dalam plot kedua. Tidak diperbolehkan menyelesaikan keseluruhan jumlah client kurang dari 2x plotting.

  5. Penulis dapat menentukan keseluruhan isi cerita sekreatif mungkin. 

  6. Babysitter berbeda dengan pembantu, jadi pastikan Anda memahami perbedaannya.

  7. Client tidak harus merupakan identitas asli para takazen (PC). Diperbolehkan NPC dan sesuai dengan imajinasi para penulis.

  8. Apabila hendak melakukan godmodding kepada salah satu takazen, maka hendaklah meminta izin terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Babysitter Agency Owner
Part 3 : Occupation Cost

Babysitter Agency Owner merupakan pekerjaan Sektor Swasta (Private Sector) yang selain mendapatkan keuntungan/profit, tentunya memerlukan Occupation Cost (biaya pekerjaan).  Biaya yang perlu dibayarkan oleh Babysitter Agency Owner adalah:

 

ㅤ1. Modal:ㅤ ​Biaya awal yang dibayarkan ketika mendaftar pekerjaan. Modal untuk pekerjaan ini dipatok sebesar 両1,500,000. Termasuk di dalamnya adalah biaya izin usaha, penyewaan tempat beserta fasilitas di dalamnya, gaji karyawan,  dan alat-alat yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.

​

ㅤ2. Occupation Growth Upgrade:ㅤ ​Biaya yang dibayarkan untuk perkembangan usaha. Biaya mencakup perpanjangan tempat usaha beserta perluasannya, peningkatan pelayanan customer, penambahan karyawan, perpanjangan izin usaha, biaya pelatihan serta pembaruan alat-alat. Biaya ini dibayarkan di level 6,11, dan 18 dengan ketentuan sebagai berikut:

​

  • Level 6 : Jumlah Modal + 10%

  • Level 11 : Jumlah Modal + 15%

  • Level 18 : Jumlah Modal + 20%

Babysitter Agency Owner
Part 4 : Improvements

Ada 3 (Tiga) jenis Improvements/Perkembangan yang menunjukkan perkembangan pekerjaan seorang Babysitter Agency Owner. Ketiga jenis perkembangan tersebut adalah

 

ㅤ1. Links, meliputi:ㅤ

​

  • Mengembangkan dan/atau memperluas akses untuk mendapatkan calon babysitter.

  • Mengembangkan dan/atau memperluas akses untuk mendapatkan calon client.

 

ㅤ2. Sarana dan Prasarana, meliputi:ㅤ

 

  • Mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan, meliputi modul, materi ajar, dan alat bermain anak-anak.

  • Mengembangkan fasilitas yang dimiliki seperti bangunan utama dan tempat pelatihan.

  • Mendapatkan sertifikasi dari lembaga resmi.

​

ㅤ3. Training and Education, meliputi:ㅤ

​

  • Memberikan pelatihan dan pembinaan kepada calon babysitter.

  • Melakukan pembinaan secara berkala terhadap babysitter.


Ketiga jenis perkembangan ini harus diikutkan dalam plotting jika Anda ingin mendapatkan Star/Bintang yang harus dikumpulkan untuk melanjutkan ke level tertentu. Dalam 1x plotting, hanya ada 1 jenis perkembangan yang boleh dimasukkan. Adapun untuk poin-poin dalam setiap jenis, diperbolehkan dilakukan semua, atau beberapa, atau hanya salah satunya saja. 1x memasukkan aktivitas jenis perkembangan akan diberikan 1 Star/Bintang.

​

ㅤPenanggung jawab ide dan sistem pekerjaan Babysitter Agency Owner: Daichi Yuzuri.ㅤ

Pertanyaan maupun masukan terkait pekerjaan dapat ditanyakan langsung pada ybs. 

Wand Maker
Wand Maker
Part 1 : Occupation Background

Wand Maker, atau Pembuat Tongkat Sihir merupakan pengrajin yang berusaha di sektor swasta. Berbeda tangan, berbeda pula kualitas tongkat sihir yang dihasilkan. Ini yang membedakan para Wand Maker. Jenis kayu yang digunakan dan inti dari tongkat yang digunakan oleh penduduk Onogoro sudah ditentukan sejak awal dan tidak bisa dirubah. Biasanya perbedaan khas dan kualitas terletak di prosesi pembuatan dan penambahan bahan-bahan yang diperlukan. Ada dua jenis tongkat sihir yang dapat dibuat oleh Wand Maker:

 

ㅤ1. Default Wandsㅤ Jenis tongkat ini merupakan jenis yang umumnya dimiliki oleh penduduk Onogoro. Ada 12 buah Default Wands yang secara resmi diakui dan digunakan secara luas. Klik Di Sini untuk melihat kedua belas jenis wands tersebut.

​

ㅤ2. Shop's Bestㅤ

Masing-masing toko dapat membuat jenis-jenis tongkat khusus spesial dengan kreasi tersendiri untuk berbagai macam kegunaan. Biasanya, pembuatan tongkat jenis ini dikhususkan untuk meningkatkan improvements pekerjaan. 

 

Seorang Wand Maker biasanya menghabiskan banyak waktunya untuk mencari bahan, membuat tongkat, dan menjualnya pada para customer. Waktu jual paling ramai adalah ketika Mahoutokoro membuka pendaftaran Shinnyusei, di mana para Wand Maker berlomba lomba untuk mendapatkan kesempatan mendistribusikan tongkat buatannya. Biasanya, Mahoutokoro secara bergantian membeli tongkat dari toko yang berbeda setiap tahunnya (tentunya setelah melewati tes kelayakan kualitas).

Wand Maker
Part 2 : Monthly Customer and Profit

Para penyihir yang membeli tongkat dari Wand Maker disebut sebagai customer. Dari hasil transaksi penjualan pada customer inilah Wand Maker mendapatkan profit. Adapun rentang jumlah customer yang dilayani oleh Wand Maker sudah ditentukan oleh Occupation. Jumlah ini akan terus bertambah seiring naiknya level pekerjaan seorang Wand Maker. Beberapa ketentuan pelayanan customer dan pendapatan profit:

 

  1. Keseluruhan isi cerita/plotting ditentukan oleh penulis. Mainkan imajinasi dan kreatifitas Anda sendiri. 

  2. Dalam satu bulannya, Wand Maker hanya dapat melayani customer sesuai jumlah Maximum Selling yang ditentukan (dapat dilihat pada Private Sector Table Detail). Tidak boleh lebih. 

  3. Tidak semua customer yang membeli harus dijelaskan secara rinci. Semua terserah pada penulis, yang jelas harus tertulis dengan pasti jumlah customer yang dilayani. 

  4. Minimal plot untuk pemenuhan jumlah pelayanan customer per-bulannya adalah 2 (Dua) kali. Tidak diperbolehkan menyelesaikan seluruh penjualan bulanan kurang dari 2 plot. Pembagian jumlah penjualan untuk setiap plotnya diserahkan pada penulis. 

  5. Profit dihitung per-customer. 

  6. Khusus untuk Default Wands, disediakan data jenis kayu, panjang tongkat, fakta sifat tongkat yang nantinya akan menjadi penentu sifat si pemilik, dan inti bahan dari tongkat tersebut. Data-data ini tidak boleh dirubah. Namun, elemen lain yang ingin ditambahkan diserahkan pada penulis. (Klik di sini untuk melihat data Default Wands).

  7. Proses pembuatan diserahkan sepenuhnya pada penulis. 

  8. Untuk tongkat Shop’s Best, dibebaskan pada penulis mulai dari jenis kayu, panjang tongkat, nama tongkat, kegunaannya, faktanya, dll. Gunakan kreatifitas dan imajinasi Anda semaksimal mungkin. 

  9. Jika ingin menggunakan identitas asli para takazen (PC) yang ada (termasuk pemerintah Takamagahara) untuk memenuhi karakter dalam untaian cerita, diharuskan mendapat izin dari yang bersangkutan terlebih dahulu.

Wand Maker
Part 3 : Occupation Cost

Wand Maker merupakan pekerjaan Sektor Swasta (Private Sector) yang selain mendapatkan keuntungan/profit, tentunya memerlukan Occupation Cost (biaya pekerjaan).  Biaya yang perlu dibayarkan oleh Wand Maker adalah:

 

ㅤ1. Modal:ㅤ ​Biaya awal yang dibayarkan ketika mendaftar pekerjaan. Modal untuk pekerjaan ini dipatok sebesar 両1,500,000. Termasuk di dalamnya adalah biaya izin usaha, penyewaan tempat beserta fasilitas di dalamnya, gaji karyawan, izin penebangan pohon, dan alat-alat yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.

​

ㅤ2. Occupation Growth Upgrade:ㅤ ​Biaya yang dibayarkan untuk perkembangan usaha. Biaya mencakup perpanjangan tempat usaha beserta perluasannya, peningkatan pelayanan customer, penambahan karyawan, perpanjangan izin penebangan pohon, serta pembaruan alat-alat. Biaya ini dibayarkan di level 6,11, dan 18 dengan ketentuan sebagai berikut:

​

  • Level 6 : Jumlah Modal + 10%

  • Level 11 : Jumlah Modal + 15%

  • Level 18 : Jumlah Modal + 20%

Wand Maker
Part 4 : Improvements

Ada 3 (Tiga) jenis Improvements/Perkembangan yang menunjukkan perkembangan pekerjaan seorang Wand Maker. Ketiga jenis perkembangan tersebut adalah

 

ㅤ1. Selling Quality, meliputi:ㅤ

​

  • Peningkatan kualitas penjualan untuk menarik pelanggan. Inovasi-inovasi yang dilakukan sesekali dalam kurun waktu tertentu untuk meningkatkan pelayanan penjualan.

 

ㅤ2. Shop's Building Development, meliputi:ㅤ

 

  • Perluasan bangunan, menambah furnasi yang diperlukan agar toko menjadi menarik dan mendapatkan perhatian pelanggan.

​

ㅤ3. Shop's Best, meliputi:ㅤ

​

  • Peningkatan kualitas dan skill toko dalam berkreasi dalam membuat tongkat Shop’s Best yang membuat suatu toko memiliki ciri khasnya tersendiri. Setiap melakukan improvement jenis ini, penulis dapat mempertimbangkan untuk membuat tongkat Shop’s Best jenis terbaru.


Ketiga jenis perkembangan ini harus diikutkan dalam plotting jika Anda ingin mendapatkan Star/Bintang yang harus dikumpulkan untuk melanjutkan ke level tertentu. Dalam 1x plotting, hanya ada 1 jenis perkembangan yang boleh dimasukkan. Adapun untuk poin-poin dalam setiap jenis, diperbolehkan dilakukan semua, atau beberapa, atau hanya salah satunya saja. 1x memasukkan aktivitas jenis perkembangan akan diberikan 1 Star/Bintang.

​

ㅤPenanggung jawab ide dan sistem pekerjaan Wand Maker: Daichi Toshiro.ㅤ

Pertanyaan maupun masukan terkait pekerjaan dapat ditanyakan langsung pada ybs. 

Kusuri Brewer
Kusuri Brewer
Part 1 : Occupation Background

Kusuri (薬) merupakan zat dengan sifat mistik yang memiliki pengaruh magis pada tubuh, kesehatan, dan umur apabila dikonsumsi. Kusuri biasanya diracik dan diolah menjadi obat-obatan bahkan racun dalam keperluan tertentu. Kusuri Brewer, atau Peramu Kusuri menjalankan pekerjaannya dengan meracik dan meramu bahan-bahan herbal dan diolah menjadi cairan ramuan kusuri, yang membuatnya mudah untuk dikonsumsi. Beberapa alat yang wajib dimiliki dan digunakan oleh Kusuri Brewer adalah:

 

ㅤ1. Renji (蓮司)ㅤ Tungku khusus yang digunakan untuk menyalakan api untuk merebus racikan ramuan kusuri.

​

ㅤ2. Ōkama (大釜)ㅤ Wadah besar sejenis panci yang digunakan untuk menaruh racikan ramuan kusuri selama direbus 

​

ㅤ3. Nyūbō To nyūbachi (乳棒と乳鉢)ㅤ Wadah yang terbuat dari batu padat, tempat menghaluskan racikan ramuan kusuri sebelum direbus.

​

ㅤ4. Shamoji (杓文字)ㅤ Sendok panjang bermotif polos untuk mengaduk keseluruhan racikan ramuan kusuri yang direbus dalam Ōkama.

​

ㅤ5. Saji (匙)ㅤ Sendok-sendok kecil bermotif yang digunakan untuk menyendok takaran-takaran racikan kusuri. Biasanya memiliki ilmu magis yang dicocokan dengan jenis herbal yang diracik.

​

ㅤ6. Knifeㅤ Pisau untuk memotong herbal.

​

ㅤ7. Liquid Bottlesㅤ Botol-botol kecil tempat menyimpan ramuan kusuri yang telah diproses dan siap dijual.

​

ㅤ8. Roka-ki (濾過器)ㅤ Saringan untuk menyaring bubuk-bubuk racikan yang telah dihaluskan sebelum direbus.

 

Seorang Kusuri Brewer biasanya memiliki pondok kecil khusus di pinggir hutan untuk melakukan pekerjaannya. Kusuri Brewer menghabiskan banyak waktunya untuk mencari bahan, meneliti herbal-herbal, meracik ramuan, dan menjualnya pada para customer.

Kusuri Brewer
Part 2 : Monthly Customer and Profit

Para penyihir yang membeli Kusuri Potion dari Kusuri Brewer disebut sebagai customer. Dari hasil transaksi dengan customer inilah Kusuri Brewer mendapatkan profit. Adapun rentang jumlah customer yang dilayani oleh Kusuri Brewer sudah ditentukan oleh Occupation. Jumlah ini akan terus bertambah seiring naiknya level pekerjaan seorang Kusuri Brewer. Beberapa ketentuan pelayanan customer dan pendapatan profit:

 

  1. Keseluruhan isi cerita/plotting ditentukan oleh penulis. Mainkan imajinasi dan kreatifitas Anda sendiri. 

  2. Dalam satu bulannya, Kusuri Brewer hanya dapat melayani customer sesuai jumlah Maximum Selling yang ditentukan (dapat dilihat pada Private Sector Table Detail). Tidak boleh lebih. 

  3. Tidak semua customer yang membeli harus dijelaskan secara rinci. Semua terserah pada penulis, yang jelas harus tertulis dengan pasti jumlah customer yang dilayani. 

  4. Minimal plot untuk pemenuhan jumlah pelayanan customer per-bulannya adalah 2 (Dua) kali. Tidak diperbolehkan menyelesaikan seluruh penjualan bulanan kurang dari 2 plot. Pembagian jumlah penjualan untuk setiap plotnya diserahkan pada penulis. 

  5. Profit dihitung per-customer. 

  6. Jenis kusuri yang diracik, serta proses peramuannya diserahkan pada penulis. Namun, sebagai referensi awal, dapat melihat daftar herbal beserta kemungkinan manfaat ramuan (Klik di sini untuk melihat referensi herbal). 

  7. Jika ingin menggunakan identitas asli para takazen (PC) yang ada (termasuk pemerintah Takamagahara) untuk memenuhi karakter dalam untaian cerita, diharuskan mendapat izin dari yang bersangkutan terlebih dahulu.

Kusuri Brewer
Part 3 : Occupation Cost

Kusuri Brewer merupakan pekerjaan Sektor Swasta (Private Sector) yang selain mendapatkan keuntungan/profit, tentunya memerlukan Occupation Cost (biaya pekerjaan).  Biaya yang perlu dibayarkan oleh Kusuri Brewer adalah:

 

ㅤ1. Modal:ㅤ ​Biaya awal yang dibayarkan ketika mendaftar pekerjaan. Modal untuk pekerjaan ini dipatok sebesar 両1,500,000. Termasuk di dalamnya adalah biaya izin usaha, penyewaan tempat beserta fasilitas di dalamnya, gaji karyawan, izin pengambilan tanaman herbal, dan alat-alat yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.

​

ㅤ2. Occupation Growth Upgrade:ㅤ ​Biaya yang dibayarkan untuk perkembangan usaha. Biaya mencakup perpanjangan tempat usaha beserta perluasannya, peningkatan pelayanan customer, penambahan karyawan, perpanjangan izin pengambilan tanaman herbal, serta pembaruan alat-alat. Biaya ini dibayarkan di level 6,11, dan 18 dengan ketentuan sebagai berikut:

​

  • Level 6 : Jumlah Modal + 10%

  • Level 11 : Jumlah Modal + 15%

  • Level 18 : Jumlah Modal + 20%

Kusuri Brewer
Part 4 : Improvements

Ada 3 (Tiga) jenis Improvements/Perkembangan yang menunjukkan perkembangan pekerjaan seorang Kusuri Brewer. Ketiga jenis perkembangan tersebut adalah

 

ㅤ1. Customer Service, meliputi:ㅤ

​

  • Peningkatan pelayanan customer. Inovasi-inovasi yang dilakukan sesekali dalam kurun waktu tertentu untuk meningkatkan pelayanan penjualan.

 

ㅤ2. Shop's Building Development, meliputi:ㅤ

 

  • Perluasan bangunan, menambah furnasi yang diperlukan agar toko menjadi menarik dan mendapatkan perhatian pelanggan.

​

ㅤ3. Shop's Top Kusuri, meliputi:ㅤ

​

  • Adanya pembuatan kusuri jenis langka yang terbatas jumlahnya dan hanya ada di toko tersebut. Setiap melakukan improvement jenis ini, penulis dapat mempertimbangkan untuk membuat Shop’s Best Kusuri jenis terbaru yang berbeda di setiap kesempatannya.


Ketiga jenis perkembangan ini harus diikutkan dalam plotting jika Anda ingin mendapatkan Star/Bintang yang harus dikumpulkan untuk melanjutkan ke level tertentu. Dalam 1x plotting, hanya ada 1 jenis perkembangan yang boleh dimasukkan. Adapun untuk poin-poin dalam setiap jenis, diperbolehkan dilakukan semua, atau beberapa, atau hanya salah satunya saja. 1x memasukkan aktivitas jenis perkembangan akan diberikan 1 Star/Bintang.

​

ㅤPenanggung jawab ide dan sistem pekerjaan Kusuri Brewer: Daichi Toshiro.ㅤ

Pertanyaan maupun masukan terkait pekerjaan dapat ditanyakan langsung pada ybs. 

GENERAL SYSTEM BY DT (ROLEPLAYING PURPOSES ONLY)
bottom of page